Senin, 29 Januari 2018

Bebas jerawat

Cara Menghilangkan Jerawat Batu Secara Alami

Jerawat batu sebenarnya dapat diatasi dengan obat jerawat yang mengandung isotretinoin, krim retinoid, benzoil peroksida, dan asam salisilat. Meski begitu, kamu juga dapat mengatasinya dengan beberapa bahan alami di bawah ini.

1. Es Batu

Es batu dipercaya dapat mengurangi perandangan dan inflamasi pada jerawatmu - burhan66
Suhu dingin es batu dipercaya dapat mengurangi peradangan dan inflamasi. Sehingga, mengompres jerawat batu dengan es diyakini bisa mengurangi kondisi tersebut.
- Siapkan beberapa buah es batu dan kain bersih.
- Tempelkan pada kulit berjerawat selama sekitar 10 menit.
- Lakukan paling tidak sehari 2 kali sehari. Yaitu, setiap pagi dan malam.

2. Lidah Buaya

Lidah buaya disinyalir dapat mengatasi jerawat batu - burhan66
Lidah buaya tidak hanya bersifat menenangkan, tapi juga mengandung asam salisilat yang dipercaya dapat mengatasi jerawat.
- Siapkan satu buah lidah buaya dan belah menjadi dua.
- Gunakan sendok dan ambil gel dari dalamnya.
- Oleskan pada wajah seperti menggunakan pelembap wajah.
- Aplikasikan tiap hari 1-2 kali atau tiap dibutuhkan.

3. Teh Hijau

Teh hijau yang tinggi kaya akan antioksidan dipercaya mengurangi perandangan pada jerawatmu - burhan66
- Teh hijau yang kaya akan antioksidan diyakini bisa mengurangi peradangan akibat jerawat  batu.
- Siapkan teh hijau dan seduh selama sekitar 4 menit.
- Setelah dingin, ambil kapas dan aplikasikan pada bagian yang berjerawat.
- Biarkan hingga mengering, bilas, dan keringkan dengan cara menepuk-nepuk dengan handuk bersih.

4. Air Perasan Lemon

Asam sitrat dalam lemon dapat menjadi disinfektan sekaligus mengeringkan jerawat batu - burhan66
Kandungan asam sitrat dalam lemon dapat berfungsi sebagai disinfektan bagi jerawat batu. Asam tersebut akan sekaligus membantu mengeringkan jerawatmu.
- Siapkan air perasan lemon dan kapas.
- Celupkan kapas ke dalam perasan air lemon, lalu oleskan pada jerawat batu.
- Biarkan air perasan lemon di jerawat batu selama 15 menit.
- Bilas wajahmu dengan air hangat.
- Lakukan langkah ini sehari sekali.
Untuk kulit yang mengalami iritasi saat memakai ramuan ini, kamu bisa menambahkan air putih pada air perasan lemon sebelum pemakaian. Langkah ini akan mengurangi kadar asam di dalamnya.
Jumlah air putih yang ditambahkan sebaiknya sama dengan jumlah air perasan lemon yang kamu gunakan. Misalnya, jika kamu menggunakan 1 sendok teh air perasan lemon, air putih yang sebaiknya ditambahkan juga sebanyak 1 sendok teh.

5. Oatmeal

Campuran oatmeal dan air bisa membantu dalam pengikisan kulit mati dan membersihkan pori-pori - burhan66
Campuran rata oatmeal dengan air mengikis akan membantu mengikis kulit mati sekaligus membersihkan pori-pori. Ramuan ini juga akan membantu dalam menjaga agar kadar asam atau pH pada kulit tetap seimbang.
- Campurkan oatmeal dengan air putih hingga rata.
- Gosokkan secara perlahan-lahan dengan gerakan memutar pada kulitmu.
- Lakukanlah sekali dalam sehari.

Histori of persebaya surabaya

Sejarah Persebaya dan Bonek yang Terukir di Kota Surabaya


Muhammadburhan.blogspot.com
Foto: -Foto: -
Pasuruan - Surabaya adalah kota yang memiliki banyak cerita dan lebih maju daripada kota-kota lain pada era kolonial. Hal ini karena dinamika yang terjadi di Surabaya sebagai kota pelabuhan, kota dagang, dan kota industri pada abad ke-19 sehingga membuat kota itu begitu maju, bahkan sebelum pemerintah kolonial Belanda datang ke sana.

Dr. Andi Achdian, sejarawan UI yang juga adalah seorang penulis, mengatakan bahwa Surabaya adalah kota industri dan perdagangan terbesar di Hindia Belanda, bahkan lebih besar dari Batavia.

Kemajuan ekonominya menjadi sangat penting. Kosmopolitannya sudah berkembang sebagai kehidupan masyarakat Hindia Belanda saat itu. Tidak seperti di Batavia di mana sebagai pusat pemerintahan yang banyak aturan, kalau Surabaya adalah wilayah bisnis dan industri yang agak berjarak dari kekuasaan, lebih terbuka, tidak kelihatan sopan santun seperti di wilayah-wilayah lain seperti Yogyakarta atau Surakarta yang ada kerajaan.

"Kalau di Surabaya kan tidak ada, sejak awal memang strukturnya sudah bebas. Kalau bisa digarisbawahi, tidak adanya satu struktur kekuasaan yang besar seperti kerajaan membuat masyarakat Surabaya secara sosial ekonomi lebih berkembang," ujar Andi.

"Mereka memang selalu menempatkan diri sebagai suatu wilayah yang merdeka dari kekuasaan pusat. Surabaya bahkan disebut sebagai kota paling Eropa di Hindia Belanda."

Bicara tentang Surabaya, tentu tidak bisa lepas dari Persebaya Surabaya. RN Bayu Aji, Dosen Pendidikan Sejarah Unesa (Universitas Negeri Surabaya) sekaligus pengamat sejarah Persebaya, mengungkapkan bahwa secara historis, Persebaya punya perjalanan panjang dalam perkembangan kota Surabaya.

Apalagi jika merujuk kepada SIVB (Soerabaiasche Indische Veotbal Bond) 1927 sebagai cikal bakal Persebaya, menjadi klub yang didirikan oleh orang-orang bumiputera di Surabaya untuk lebih bisa mengembangkan permainan sepakbola.

Persebaya diakui sebagai dua entitas yang saling berkaitan antara SVB (Soerabaiasche Voetbal Bond) yang didirikan di tahun 1910-an dan SIVB. Maka usia Persebaya sudah lebih dari satu abad.

Dari usia tersebut, tentu saja Persebaya tidak bisa dihilangkan begitu saja di dalam sejarah Surabaya dan di memori serta benak masyarakat. Persebaya bukan hanya warisan kota yang harus dicintai dan dilestarikan, tapi bagian dari sejarah Surabaya itu sendiri.

"Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan apabila masyarakat Surabaya begitu mencintai Persebaya, terlebih lagi bagi suporter Persebaya yaitu Bonek," ujar Bayu.

Istilah 'Tret tet tet' yang Mengakar ke Segalanya

Membicarakan Persebaya, juga berarti tentang masyarakat Surabaya yang tegas dalam bersikap dan tidak ragu melawan kesewenang-wenangan. Sikap itulah yang ditunjukan oleh Bonek dalam beberapa waktu terakhir ini selama melakukan aksi 'Bela Persebaya' akibat pembekuan dari PSSI sejak 2013.

Pembekuan itu dianggap kesewenang-wenangan yang dilakukan PSSI. Pasalanya PSSI yang lebih mengakui status Persebaya ciptaan PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) daripada PT Persebaya Indonesia (PI). Padahal, Bonek menganggap Persebaya yang asli adalah kesebelasan yang digawangi PT PI dan kini diakuisisi PT Jawa Pos Sportaiment.

Namun, Persebaya yang asli bagi Bonek itu akhirnya dipulihkan kembali statusnya pada Kongres PSSI 8 Januari lalu. Perjuangan Bonek sekitar empat tahun lebih itu pun disambut bahagia dan "Persebaya yang asli" bagi mereka sudah bisa berkompetisi resmi lagi pada tahun ini. Alhasil, Bonek pun menjadi pahlawan sepakbola di masyarakat Surabaya.

Padahal, sekitar 1990-an sampai awal 2000-an, Bonek dianggap sebagai ancaman sekaligus bahan lawakan di mata masyarakat dan kelompok suporter sepakbola lain di Indonesia.

Semua stigma itu berawal dari istilah tret tet tet yang menjadi demam di sepakbola Surabaya pada akhir 1980-an. Istilah tret tet tet lahir ketika Persebaya melaju ke babak enam besar kompetisi Perserikatan 1986/1987, mengambil dari suara terompet yang berbunyi 'tet, tet, tet!' Bunyi itu dijadikan seruan di halaman depan pojok kiri bawa yang menghabiskan dua kolom koran Jawa Pos edisi 4 Maret 1987 itu.

Kemudian "tret tet tet" yang diciptakan Dahlan Iskan yang menjabat Pimpinan Redaksi Jawa Pos pada waktu itu pun menjadi istilah laga tandang tersendiri bagi pendukung Persebaya. Mungkin zaman sekarang "tret tet tet" bagi suporter sepakbola pada umumnya lebih dikenal dengan istilah laga tandang, bertandang atau away days.

Tapi bagi kalangan pendukung Persebaya, istilah ikonik melancong ke kandang lawan adalah tret tet tet. Bahkan sampai sekarang pun beberapa kelompok pendukung Persebaya atau media-media Surabaya masih memakai istilah tret tet tet ketika kesebelasannya bertandang ke kandang lawan.

Dukungan semakin deras ketika Persebaya bangkit pada kompetisi Perserikatan 1986/1987 hingga menjadi juara kedua. Pada laga puncak itulah nama tret tet tet semakin sah menjadi ikon dari pendukung Persebaya yang menyaksikan pertandingan di luar Surabaya.

Apalagi saat partai puncak melawan PSIS Semarang, tentu saja banyak pendukung Persebaya yang ingin menjadi saksi sejarah secara langsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Saat itulah Jawa Pos membuka pendaftaran bertema tret tet tet yang menjadi fenomena di kalangan pendukung Persebaya.

Asal Muasal Istilah bonek

Kemudian barulah istilah Bonek muncul di antara bibir ke bibir pada kompetisi perserikatan musim berikutnya. Lagi-lagi istilah dari Persebaya itu muncul karena cerita-cerita laga tandang atau Tret tet tet.

Istilah Bonek muncul dari mulut ke mulut karena para pendukung Persebaya dari masyarakat bawah sering nekat melakukan tret tet tet dengan dana yang sangat minim bahkan untuk membeli tiket transportasi umum pun tidak mampu.

Akan tetapi, kondisi itu tidak dipedulikan masyarakat kalangan bawah yang berpartisipasi dalam Tret tet tet Persebaya. Toh masih ada berbagai macam truk atau mobil bak terbuka yang bisa ditumpangi, bahkan menjadi penumpang gelap di gerbong dapur, gudang, atap kereta pun sanggup dilakoni mereka.

Di sisi lain, tidak semua Bonek tidak memiliki uang untuk membayar alat transportasi. Terkadang mereka ingin merasakan sensasi bagaimana tret tet tet dengan risiko tinggi seperti itu.

"Dulu itu belum ada istilah Bonek, istilah Bonek itu baru muncul pada 1988/1989. Istilah ini pun sebenarnya istilah masyarakat, bukan istilah yang ditelurkan oleh Jawa Pos," jelas Slamet Oerip Prihadi, mantan jurnalis dan redaktur Jawa Pos 1980-an.

"Ini istilah umum, suporter Persebaya kan banyak yang berasal dari kalangan bawah, mereka itu sering nekat, naik truk dengan uang seadanya berangkat ke Senayan, berangkat ke kota lain, itulah awal munculnya istilah Bondho Nekat (modal nekat)."

Bonek.Bonek. Foto: Grandyos Zafna

Kemudian istilah Bondho Nekat yang disingkat Bonek itu terus bermunculan di koran-koran Jawa Pos ketika merepresentasikan suporter Persebaya di dalam berita-berita yang dipublikasikan.

"Bondho Nekat itu awalnya dari `Bondho` (modal), `Nekat` itu nekat. Jadi sing penting kita bermodal nekat, sudah cukup. Kalau mau dukung tim kesayangan apapun dilakukan, entah itu sampai naik truk, uangnya gak ada. Dulu kan suporter Persebaya ada yang carter pesawat, pakai mobil pribadi, tapi ada juga dari kalangan bawah, itu yang benar-benar nekat," sambung Slamet.

Selanjutnya, Bonek terus berkembang dan bukan rahasia lagi bahwa mereka menjadi salah satu elemen penting bagi Persebaya sampai saat ini. Sekarang mental-mental pemain Persebaya akan diuji kembali oleh Bonek seiring kembalinya berkompetisi resmi di Indonesia. Toh Bonek jugalah yang berperan penting atas kembalinya Persebaya ke kompetisi sepakbola nasional. 

Cara Cek sisa pulsa, Kuota dan status paket internet Indosat IM3, MATRIX dan MENTARI

Cek Pulsa
  • Call : Ketik *123# pada menu panggilan maka kamu akan melihat pop-up yang berisi tentang sisa pulsa dan fitur lainnya.
    cek sisa pulsa
    cek sisa pulsa via iphone 5
  • MyCare : Cara paling mudah yaitu dengan menggunakan aplikasi MyCare jika kamu menggunakan Smartphone. Dalam aplikasi ini kamu dapat mengetahui seluruh informasi layanan yang diberikan oleh Indosat ooredoo.
Cek Kuota
  • SMS : Kamu hanya cukup mengetik USAGE lalu dikirim ke 363 setelah itu kamu akan mendapatkan SMS balasan dari indosat berapa sisa kuota kamu saat ini.
    cek sisa kuota
    cek sisa kuota via iphone5
  • Call : Selain SMS kamu juga dapat cek sisa kuota dengan menggunakan dial up, kamu dapat mengikuti langkah berikut ini ( *363# + 2. internet/Nelp/SMS/BB + 8. Status&Info + 1.Cek Kuota ). Setelah mengikuti langkah ini mereka akan mengirimkan SMS jumlah sisa kuota kamu.
Cek Status
  • SMS : Kamu dapat ketik STATUS kirim 363. Lalu setelah itu kamu akan mendapatkan SMS balasan tentang Status internet terbaru’mu.
  • Call : Sama seperti cek kuota dan berbeda hanya pada bagian terakhirnya. ( *363# + 2. internet/Nelp/SMS/BB + 8. Status&Info + 2. Cek Status ) setelah itu kamu akan mendapatkan SMS balasan dari mereka.